CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS »

Friday, November 21, 2008

married by accident

a'udzubillahiminasysyaithoonirrojiim..bismillaahirrohmaanirrohiim
"...dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik..."(QS. An-Nuur;26)

maha benar Allah dengan segala firman-Nya...

sebenernya isi secara utuh ayat 26 pada surat An-Nuur ini diturunkan sebagai pembelaan kepada bunda Aisyah r.a. dan Shafwan saat beliau berdua mendapat fitnah yang keji dari kaum kafir saat itu.
Allah membersihkan segala tuduhan atas diri mereka berdua melalui ayat 26 pada surat ini.
dengan ini Allah memproklamirkan bahwa Aisyah sebagai istri Muhammad yang mulia juga seorang wanita yang baik lagi mulia.
bolehkah kita sebagai seorang hamba yang dhaif menyamakan diri dengan Aisyah yang mulia, juga Muhammad?
Hanya Allah yang tahu jawabnya..
tapi setidaknya melalui ayat itu kita seharusnya sadar untuk berusaha jauh lebih keras daripada Aisyah ataupun Muhammad untuk mendapat jodoh yang terbaik bagi diri kita..
karena kita tak semulia mereka..
2 hari yang lalu saya mendapat bukti nyata dari esensi ayat ini..
ayat-ayat cinta dari Sang Maha Cinta memang tak pernah salah mengungkap makna..
sebuah gunjingan santer terdengar di lingkungan saya berada tentang seorang teman yang selingkuh..
selingkuh dari suaminya..
dan coba tebak dari bibir siapa gunjingan tersebut berawal?
ironisnya, menurut teman2 saya..teman saya sendirilah yang dengan bangga bercerita tentang perselingkuhannya..
Na'udzubillahimindzalik..
hati saya menangis..saya ingat bahwa rumah tangga mereka telah dikaruniai seorang putri..
baru sekitar setahun umurnya..
yah hanya selisih 5 bulan-an dengan usia pernikahan orang tuanya..
suami istri tersebut usianya masih sekitar 20-21 tahun..
bukan saya menilai kedewasaan dari umur, tapi kadang umur juga menjadi pertimbangan yang berarti saat kita berniat untuk memegang sebuah tanggung jawab..
amanah dari Allah..
sangat khas remaja memang..pacaran, senang-senang, kebablasan, penyesalan..
teman saya adalah sang istri..
awalnya dia curiga saat sang suami sering pulang di sepertiga malam..
komunikasi tidak berjalan lancar..
kurangnya kedewasaan menjadi awal balas dendam..
sang istri pacaran lagi..haha, sekali lagi na'udzubillahimindzalik..
sedangkan dengar2 sang anak sedang di rs ditunggui neneknya..
sang bunda dijemput kuliah oleh pria yang bukan semestinya dan dibawa pergi entah kemana..
ndak tau kenapa kok saya ikutan nelangsa..
sodara bukan, anak juga bukan..
tapi tiba-tiba hati saya bertekad kalau saat ini saya punya suami, saya mau merawat anak itu..
kedengaran sombong ya saya..
ndak tahu lah..
selalu anak yang jadi korban..
padahal dia adalah amanah dari Allah yang akan mereka pertanggung jawabkan di hadapan Sang Pencipta kelak..
mau jawab apa mereka?
betapa pemberaninya mereka yang menantang resiko itu

0 comments: